Definisi Merek dan Strategi Visual Branding

Definisi Merek dan Strategi Visual Branding

 

Sebelum mempelajari lebih jauh tentang strategi visual branding. Ada baiknya jika kita membahas  defenisi atau brand terlebih dahulu. Brand atau Merek adalah nama atau simbol yang diasosiasikan dengan produk atau jasa dan menimbulkan arti psikologis. Merek juga berarti sebuah nama, gambar, tanda dan simbol yang bertujuan untuk mengidentifikasi produk guna membedakannya dengan produk yang lain.

Strategi pengelolaan merek yang baik akan membuat sebuh brand bisa dikenal oleh publiknya. Proses brand building membutuhkan waktu yang cukup dan harus dikerjakan dengan sistematis dan kontinyu. Sedangkan definisi Visual Branding itu sendiri adalah pengaruh yang diakibatkan oleh suatu bentuk visual untuk mendifferensiasikan brand.

Adapun elemen-elemen visual branding terdiri dari : Brand (merek, logo) yang bisa berbentuk visual, teks, atau keduanya. Warna (produk, korporat) Komposisi semua elemen penyusunnya. Merek yang kuat ditandai dengan dikenalnya suatu merek dalam masyarakat, asosiasi merek yang tinggi pada suatu produk, persepsi positif dari pasar dan kesetiaan konsumen terhadap merek yang tinggi.

Sebuah Merek Juga Akan Menciptakan Kesetiaan Dan Loyalitas Pada Konsumen Untuk Terus Memakai Merek Produk Tersebut.

Merek dapat dipahami lebih dalam pada tiga hal berikut ini :

  • Contoh brand name (nama) : nokia, aqua, carvil, so klin, kfc, lenovo, samsung, toyota, toshiba, sugus, gery, rexona, gatsby, nivea, panasonic, dan lain sebagainya.
    .
  • Contoh mark (simbol) : gambar atau simbol sayap pada motor honda, gambar jendela pada windows, gambar kereta kuda pada california fried chicken (cfc), simbol orang tua berjenggot pada brand orang tua (ot) dan kentucky friend chicken (kfc), simbol bulatan hijau pada sony ericsson, dan masih banyak contoh-contoh lainnya yang dapat kita temui di kehidupan sehari-hari.
    .
  • Contoh trade character (karakter dagang) : ronald mcdonald pada restoran mcdonalds, si domar pada indomaret, burung dan kucing pada produk makanan gery, dan lain sebagainya.

Lalu Apa Stategi Visual Branding yang Sebenarnya?

Marty Neumeier dalam bukunya The Brand Gap membeberkan strategi visual branding menjadi 5 (lima) tahap, diantaranya adalah : Differensiasi, Kolaborasi, Inovasi, Evaluasi, dan Manajemen.

  • Differensiasi : Untuk berhasil, sebuah produk harus mempunyai pembeda yang unik dengan produk lain. Pembeda tersebut bisa berasal dari kategori produknya sendiri, segmentasi, kualitas, atau packaging-nya.
    .
  • Kolaborasi : Brand Building tidak bisa dikerjakan semuanya oleh produsen. Produsen Design harus berkolaborasi dan saling berinteraksi dengan konsumen untuk menentukan design yang baik dan tepat sasaran, sehingga brand mereka bisa menjadi Top Of Mind.
    .
  • Inovasi : Brand yang tidak diremajakan dan direvitalisasi akan lenyap ditelan waktu. Sebuah brand perlu berinovasi dengan perubahan-perubahan yang baru. Perubahan yang dilakukan harus sistematis dan tetap menjaga benang merah komunikasinya.
    .
  • Evaluasi: Tingkat penerimaan target audiens atas sebuah brand harus dilacak dan diketahui. Biasanya survey dilakukan untuk melihat tingkat penerimaan khalayak.
    .
  • Manajemen Brand: Brand tidak hidup di lembar-lembar iklan atau bersuara di radio. Brand hidup di otak dan hati konsumennya. Juga di budaya perusahaan produsennya. Karena itu harus tetap hidup dan bergerak sesuai zamannya. Ex: Coca Cola dan Sosro, hidup dari generasi ke generasi.
    .

Demikian artikel tentang definisi dan strategi visual branding yang kami sajikan kali ini. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menambah referensi Anda dalam mempelajari tentang branding beserta ruang lingkupnya.

 

 

Sumber : saveas.com

===========================
Konsultasikan peningkatan Brand  anda dengan Riau Brand, hubungi :
Phone :(0761) 6700 858
WA dan Telegram :0822 8537 8998
Instagram : @riaubrand
Email : info@riaubrand.com



Leave a Reply