Jangan Menganggap Konten adalah Raja

Jangan Menganggap Konten adalah Raja

 

“Konten adalah raja”, ungkapan ini sering kita temui di bidang-bidang marketing lain. Karena memang benar, tanpa konten yang berkualitas mustahil bisa mendapatkan hasil yang bagus.

Di social media berbeda.

Kualitas konten masih penting, sangat penting.

Tapi ada yang lebih penting…

konteks dari konten tersebut.

Konteks adalah sesuatu yang melatarbelakangi sebuah kejadian, ide, pernyataan, atau gagasan sehingga semuanya terhubung dan bisa dipahami dengan jelas.

Di kesalahan nomor 2 tadi sudah disebutkan bahwa salah satu penggunaan social media adalah untuk mendapatkan konten yang menarik.

Tapi bukan sekedar menarik.

Kalau cuma menarik sih, kita ambil gambar lucu dari situs seperti 9GAG atau video iklan Thailand yang membuat terharu juga sudah beres.

Banyak yang bakal memberikan share, like, retweet…karena menarik.

Tapi apakah ini berdampak positif terhadap pemasaran?

Tidak.

Justru sebaliknya.

Apabila apa yang kita share melalui social media tidak sesuai konteks, maka orang-orang yang tertarik bukanlah orang yang tepat sasaran.

Yang datang justru mereka yang tidak tertarik untuk membeli produk atau menggunakan jasa anda.

Meskipun banyak like/follower, tapi percuma.

Solusi kesalahan :

Buat buyer persona.

Buyer persona adalah profil atau gambaran dari orang-orang yang akan tertarik dan mampu untuk membeli dari anda.

Misalnya kalau anda memasarkan produk suplemen fitnes, maka persona-nya adalah orang-orang yang rutin ke gym untuk melatih otot. Bukan orang lain.

Setelah itu cari tahu konten apa yang membuat mereka tertarik.

Jangan membuat konten yang terlalu umum, apalagi konten yang tidak menarik bagi buyer persona anda.

 

 

Sumber : panduanim.com– link

===========================
Konsultasikan peningkatan Brand  anda dengan Riau Brand, hubungi :
Phone :(0761) 6700 858
WA dan Telegram :0822 8537 8998
Instagram : @riaubrand
Email : info@riaubrand.com

 



Leave a Reply