Strategi Dongkrak Daya Tarik Brand di Era Digital

Strategi Dongkrak Daya Tarik Brand di Era Digital

 

Daya tarik brand atau produk itu menjadi tahap awal dari proses terjadinya advokasi dari pelanggan.

Lalu, bagaimana membangun brand yang memiliki daya tarik tinggi? Paling tidak, bagaimana agar konsumen selain menyadari keberadaan brand atau produk kita, mereka juga tertarik untuk mengetahui lebih lanjut brand kita?

Sebelum menemukan jawabannya, kita memahami konteks dan karakter pelanggan di era sekarang lebih dulu. Kita tahu, konektivitas berbasis internet saat ini, membuat konsumen menjadi sangat berpengaruh (powerful). Mereka ingin diperlakukan sebagai manusia seutuhnya yang memiliki pikiran, perasaan, hasrat, dan harapan. Mereka dengan gampang mengekspresikan pikiran dan perasaannya dan membagikannya kepada orang lain melalui kanal-kanal sosial.

Sayangnya, banyak pemasar lupa akan sisi kemanusiaan pelanggan ini. Mereka masih senang dengan gaya lama, yakni menjadikan konsumen sebagai target maupun objek atau meninggikan mereka sebagai raja yang mudah “dijilat.”

Lalu, bagaimana membangun brand attraction di era digital ini? Kuncinya tetap pada bagaimana brand tersebut bisa tampil dan berkomunikasi seperti halnya manusia. Human-centric marketing tetap menjadi landasannya. Berikut enam atribut manusia yang bisa diadopsi oleh brand agar bisa tampil dan memiliki daya tarik seperti halnya manusia. Enam atribut ini diadopsi dari buku Marketing 4.0 Moving from Traditional to Digital” (Wiley, 2017).

 

#1 Physicality

Seseorang yang memiliki penampilan menarik atau memiliki kemampuan membawa diri dengan baik pasti menarik orang-orang sekitarnya. Demikian juga halnya dengan merek. Daya tarik fisik penting bagi merek. Hal ini bisa ditampilkan melalui logo, desain aplikasi, kemasan produk, tagline,  tampilan antarmuka di layar gawai, sampai pada tampilan outlet. Ingat, biasanya, orang jatuh cinta itu pertama-tama karena penampilan fisik. Apple dan Google menjadi contoh merek yang memiliki aspek tersebut secara kuat.

#2 Intellectuality

Intelektualitas terkait dengan pengetahuan yang dimiliki manusia, kemampuan berpikir, dan kemampuan menyampaikan ide-idenya. Intelektualitas ini sangat dekat dengan kemampuan memprediksi masa depan dan berinovasi. Demikian juga, merek yang memiliki intelektualitas yang kuat adalah merek yang inovatif dan memiliki kemampuan memecahkan masalah-masalah yang dihadapi pelanggannya.

#3 Sociability

Orang yang memiliki sosiabilitas tinggi, biasanya tampil gaul dengan banyak orang dengan latar belakang berbeda. Dia memiliki kemampuan komunikasi yang bagus – baik verbal maupun nonverbal.

#4 Emotionality

Orang yang mampu mengelola emosinya dengan baik biasanya diterima di banyak kalangan. Ia menjadi sosok yang menyenangkan. Demikian juga dengan merek. Merek pun harus bisa mengekspresikan emosinya seperti halnya manusia. Merek bisa memberi inspirasi sekaligus mampu menunjukkan sisi humor mereka.

#5 Personability

Orang yang memiliki kepribadian kuat pasti menjadi sosok menarik bagi orang-orang di sekitarnya. Orang ini mampu memotivasi diri sendiri, memiliki prinsip, memegang nilai-nilai, dan kepemimpinan. Demikian juga dengan merek. Merek dituntut memiliki kepribadian yang kuat.

#6 Morality

Moralitas mengacu pada sikap etik dan integritas seseorang. Orang ini mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk secara moral. Lebih penting dari itu, orang ini berani melakukan sesuatu yang benar. Merek juga harus demikian alias memiliki moralitas kuat dalam memegang nilai-nilai, khususnya dalam bisnis. Moralitas ini harus masuk menjadi bagian dari seluruh keputusan bisnisnya. Ada beberapa perusahaan yang menjadikan nilai-nilai moral ini sebagai bagian utama diferensiasinya.

 

Bagaimana dengan Brand Anda?

 

Sumber : marketeers.com– link

===========================
Konsultasikan peningkatan Brand  anda dengan Riau Brand, hubungi :
Phone :(0761) 6700 858
WA dan Telegram :0822 8537 8998
Instagram : @riaubrand
Email : info@riaubrand.com

 

 



Leave a Reply